KATA PENGANTAR
Puji serta
syukur kami panjatkan ke khadirat Allah SWT berkat dan rahmat-Nya saya dapat
menyelesaikan makalah dengan tema Kesaktian Pancasila yang berjudul “ Sejarah
singkat dan Makna Hari Kesaktian Pancasila ”. Artikel ini disusun guna memenuhi
tugas dari pengajar mata kuliah softskill Pengantar Teknologi Internet &
New Media.
Saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dalam Penyusunan
makalah ini saya merasa masih jauh dari kata sempurna baik pada teknis
penulisan maupun materi yang di sampaikan, mengingat akan keterbatasan
kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat
saya harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah ini.
Semoga
makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Pamulang, 17 Oktober 2016
MUHAMMAD
RAFIIQ BURHAANUDDIN

Setiap tanggal 1 oktober kita memperingati hari kesaktian pancasila. Tentu
hal pertama yang terlintas ketika
kita menyebut “hari kesaktian pancasila “ adalah Gerakan 30 September.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memang tidak bisa lepas kaitannya dengan
peristiwa ‘G 30 S/PKI’.
Dimana saat itu terjadi Insiden, enam Jendral dan
berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yangdigambarkan pemerintah
yaitu PKI sebagai upaya kudeta dengan motif mengubah ideologi pancasilamenjadi
ideologi komunis. Pemerintah Orde Barukemudian menetapkan 30 September sebagai
HariPeringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktoberditetapkan sebagai Hari
KesaktianPancasila.Sakti karena karena pada saat itu pancasila ampuh dan berhasil menghalau
sertamenumpas komunis dan PKI dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa
dari kehancuranpada percobaan kudeta yang dilakukan oleh PKI tahun
1965.Namun dalam upaya bertahan untuk tetap menjadi bangsa yang utuh, kita
kadang-kadang lupaakan Pancasila. Memang, dalam sejarahnya, Pancasila disusun
dengan tergesa-gesa. Namun dalamperjalanan hidup berb angsa, cita-cita positif itu telah dimatangkan
oleh masalah demi masalah yangdihadapi bangsa ini. Sudah saatnya bangsa ini
memperluas pemikiran tentang arti kesaktian Pancasilayang tidak sekedar sakti
terhadap rongrongan ideologi lain, tetapi juga sakti dalam mengatasi
setiapmasalah serta juga sakti dalam memakmurkan bangsa.Sudah saatnya bangsa
ini membuktikan bahwaPancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup harus
benar-benar mampu menjadi solusi bagipermasalahan-permasalahan yang ada.
Pancasila harus kembali menjadi sumber segala pengetahuanbagi upaya mempertahankan
bangsa indonesia sebagai bangsa yang bermartabat
PANCASILA
Pancasila
merupakan dasar negara yang telah ditetapkan sejak Indonesia merdeka.
Olehkarena itu, pancasila dijadikan sebagi falsafah atau pandangan hidup bagi
seluruh bangsa Indonesia.Dengan adanya pancasila, Indonesia dapat menjalankan
kehidupan berbangsa dan bernegara denganberpedoman pada landasan idil Indonesia
yaitu Pancasila. Jika kita memperhatikan lambang pancasiladan butir –butir yang terkandung dalam pancasila, dapat disimpulkan bahwa setiap
bangsamempunyai kepribadian, dan butir
– butir pancasila itulah yang merupakan pencerminankepribadian bangsa
Indonesia, sehingga Indonesia dapat dibedakan dengan bangsa lain karena
cirikhas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Walaupun sejak dulu bangsa
Indonesia telah berinteraksidengan berbagai peradaban dan kebudayaan bangsa
lain, tetapi kepribadian Indonesia tetap hidupdan berkembang.
Latar
Belakang Adanya Hari Kesaktian Pancasila Secara Singkat
Pada tanggal
30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September(G30S).
Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi
mengenai siapapenggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas
militer dan kelompok religi terbesarsaat itu menyebarkan kabar bahwa insiden
tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasilamenjadi ideologi komunis,
untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia
1965 – 1966.Pada hari itu, enam Jendral dan berberapa orang
lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yangdigambarkan pemerintah sebagai upaya
kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhir nya berhasil diredam oleh
otoritas militer indonesia. Pemerintah orde baru kemudian menetapkan 30
September sebagai Hari peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1
Oktober di tetapkan sebagai hari kesaktian pancasila.
PERISTIWA
TANGGAL 30 SEPTEMBER 1965
Lewat tengah
malam tanggal 30 september 1965 terjadi kesibukan di pinggiran kota, di
desaLubang Buaya, kompleks Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Berkumpul
aktivis utamaGerakan 30 September ; Letkol Untung, Brigjen Supardjo, Kolonel
Latief (AD). Letkol Heru Atmodj,Mayor Sujono dan Mayor Gatot Sukrisno (AU).
Aidit dan Sjam (PKI). Satu batalyon Cakrabirawa,batalyon Raider 454 Diponegoro,
batalyon Raider 530 Brawijaya, dua peleton brigade Latief, pasukandarat AU,
unsure-unsur Pemuda Rakyat dan Gerwani. komandan Batalyon pasukan pengawal
istanaCakrabirawa, Letnan Kolonel Untung menggerakkan pasukannya untuk menculik
beberapa perwiratinggi AD yakni Men. Pangad Letjen Ahmad Yani, Mayjen Haryono
M.T., Mayjen S.Parman, Mayjen
PERISTIWA
TANGGAL 1 OKTOBER 1965
Dini hari :
tujuh regu yang terutama terdiri dari prajurit Cakrabirawa dan sejumlah
kecilsukarelawan Pemuda Rakyat mendatangi rumah 7 perwira AD, dengan perintah
menangkap danmembawanya ke Halim. (Yani, Harjono dan Panjaitan dibunuh
dirumahnya karena melawan,Suprato, Parman dan Sutoyo dibawa ke Halim dalam
keadaan hidup, Nasution mampu meloloskandiri). Dalam waktu yang bersamaan
batalyon raider menduduki Lapangan Merdeka, menguasaiistana Presiden, gedung
RRI dan pusat Telkom dan Bangunan Tugu Nasional.
05.30 :
Suharto dibangunkan tetangganya Mashuri,
memberi tahu “kejadian yang luar biasaterjadi di rumah Nasution dan Panjaitan”.
06.30 : Suharto di markas Kostrad, Umar menelpon menyampaikan beberapa informasi danmendesak
Suharto sementara memegang komando atas AD.
07.15 : Pihak pemberontak mengumumkan melalui RRI bahwa Gerakan 30 September adalahsuatu
kelompok militer yang telah bertindak untuk melindungi Sukarno dari kudeta
yangdirencanakan oleh suatu dewan yang terdiri atas jendral-jendral yang korup
dan menjadi kakitangan CIA.
09.00: Dari rumah istri ketiganya Ratna Sari Dewi, Sukarno menuju istana kepresidenan,tetapi
membelokkan arah perjalanannya ke Halim setelah mendapat laporan ada pasukan
takdikenal di Lapangan Merdeka. Tiba di Halim ia disambut Omar Dhani dan tokoh
pemberontaklainnya. Di Halim presiden kemudian memanggil panglima 4 angkatan
guna mengadakankonsultasi.
11.00 : Gerakan 30 September kembali menyiarkan pengumuman di RRI bahwa,
telah dibentuk sebuah Dewan Revolusi yang akan “ merupakan sumber segala
kekuasaan dalamRepublik Indonesia”.
14.00 : Para prajurit dua batalyon raider yang menduduki Lapangan Merdeka kepanasan,lelah,
lapar dan haus. Para pemimpin kudeta tidak mengirim perbekalan. Suharto
membujuksupaya pasukan Brawijaya datang ke markas Kostrad.
16.00: Sukarno memanggil Umar dan Pranoto untuk datang ke Halim, tetapi Suhartomelarang
2 jendral ini pergi. Sukarno kemudian menyusun sebuah pernyataan bahwa dia
sendirimengambil alih pimpinan AD. Batalyon raiders Brawijaya bergabung ke
Kostrad. Batalyon raiderDiponegoro mundur ke Halim. Suharto kembali menguasai
pusat Jakarta tanpa tembakan peluru.Ketika Martadinata tiba di RRI untuk
menyiarkan pernyataan Sukarno, RRI sudah diambil alih danSuharto melarang
penyiarannya.
19.30 : Setelah seharian sembunyi Nasution akhirnya bergabung di Kostrad. Sukarnomengirim
Bambang Widjonarko untuk menjemput Pranoto ke Halim. Suharto melarang
Pranotodan berpesan kepada Bambang supaya mengusahakan agar presiden
meninggalkan Halim karenapasukan Kostrad akan merebut pangkalan udara itu
dengan kekerasan.
20.15
: Dinas penerangan AD menyiarkan pengumuman di RRI bahwa ;
suatu
“gerakan kontrarevolusi” telah menculik Yani dan 5 jendral lainnya. Pimpinan AD
sementara waktu dipegang oleh
Suharto dan
presiden serta jendral Nasution dalam keadaan aman.
22.00 : Sukarno meninggalkan Halim menuju istana Bogor. Aidit meninggalkan
Halim menuju Jawa Tengah. Omar Dhani terbang ke Madiun.
Untung meninggalkan pasukannya dan sembunyi diJakarta.
Tengah
Malam : Pemberontakan yang aneh itu berakhir dan sebuah drama besar
mulaimengawali kisahnya.
KORBAN
Keenam
pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
Letjen TNI Ahmad Yani(Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi
Tertinggi)
Mayjen TNI Raden Suprapto(Deputi II Menteri/Panglima AD bidang
Administrasi)
Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono(Deputi III Menteri/Panglima AD bidang
Perencanaan danPembinaan)
Mayjen TNI Siswondo Parman(Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan(Asisten IV Menteri/Panglima AD
bidang Logistik)
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo(Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan
DaratJenderal TNI Abdul Harris Nasutionyang menjadi sasaran utama, selamat dari
upaya pembunuhantersebut.
Sebaliknya,
putrinya Ade Irma Suryani Nasutiondan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu
beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
Bripka Karel Satsuit Tubun(Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri
II dr.J. Leimena)
Kolonel Katamso Darmokusumo(Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Letkol Sugiyono Mangunwiyoto(Kepala Staf Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu
lokasi di pondok gede, jakarta yang di kenal sebagai lubang buaya, mayat mereka
di temukan 3 Oktober kemudian.
PASCA KEJADIAN
Pada tanggal
1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapipembentukan
Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke
PangkalanAngkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. Pada
tanggal 6 Oktober Sukarnomengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan
nasional", yaitu persatuan antara angkatanbersenjata dan para korbannya,
dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKIsegera
menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung
"pemimpinrevolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata.
Pernyataan ini dicetak ulang di koranCPA bernama "Tribune". Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin
Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan danKosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno:
"Kita dan rekan-rekan kita bergembira untukmendengar bahwa kesehatan anda
telah membaik. Kita mendengar dengan penuh minat tentangpidato anda di radio
kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindarikekacauan.Im
bauan ini akan dimengerti secara mendalam." Dalam sebuah Konferensi Tiga
Benua di
Havana di bulan Februari 1966,
perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan merekauntuk menghindari
pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduhsebagai PKI,
yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan
pujiandari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal
11 Februari, menyatakan"penghargaan penuh" atas usaha-usaha
perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dannegara-negara lain di
Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yangberhasil
menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan
30September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di
dalam urusandalam negeri Indonesia."Dalam bulan-bulan setelah peristiwa
itu, semua anggota dan pendukung PKI,atau mereka yang dianggap sebagai anggota
dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yangdiketahui dan ratusan ribu
pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan
kekampung-kampung tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan
ini terjadi diJawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali
(bulan Desember). Dan didugasetidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban
dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudetaitu. Dihasut dan dibantu oleh
tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslimsayap-kanan
seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan
pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada
laporan-laporan bahwa SungaiBrantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat
sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu"terbendung mayat".Pada
akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan
pendukung-pendukungPKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya
dipenjarakan di kampun kampung konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama
sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung danaCIA menangkapi semua
anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian
kejiterhadap mereka dimana pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang
sedemikiansehingga pembuangan mayat ke sungai-sungai kecil menyebabkan
persoalan sanitasi yang serius diSumatera Utara. Sedangkan di pulau Bali, yang
sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit35.000 orang menjadi
korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite
PartaiNasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden
khusus dariFrankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di
pinggir jalan atau dibuang ke dalamgalian-galian dan tentang desa-desa yang
separuh dibakar di mana para petani tidak beranimeninggalkan kerangka-kerangka
rumah mereka yang sudah hangus.Di daerah-daerah lain, paraterdakwa dipaksa
untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Dikota-kota
besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi.
Pekerja-pekerja danpegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok
sebagai protes atas kejadian-kejadiankontra-revolusioner ini dipecat. (ditulah
yang disebut dengan peristiwa Pembantaian di Indonesia1965 -1966) Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11
Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan takterbatas melalui Surat
Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil
"langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan
untuk melindungi keamanan pribadi danwibawanya. Kekuatan tak terbatas ini
pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI.Sebagai penghargaan atas
jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktaturmiliter
itu sampai Maret 1967.Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar
menurutikewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri,
ditangkap dan dibunuh oleh TNIpada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya
diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.
Sesudah
kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari
Peringatan Gerakan30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan
sebagai Hari Kesaktian Pancasila.Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya
sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh
stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30September. Selain itu
pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang
Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga dimakam para pahlawan revolusi di
TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak
ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.
Makna Kesaktian Pancasila
Seperti yang
telah diketahui, pancasila berarti lima dasar negara. Selanjutnya, kesaktian,
asal kataadalah sakti yang menurut bahasa berarti mampu (kuasa) berbuat sesuatu
yang melampaui kodratalam dan kesaktian itu berarti kepandaian (kemampuan)
berbuat sesuatu yang bersifat gaib (melampaui kodrat alam ). Jadi,
kesaktian
pancasila adalah kepandaian ( kemampuan) yang dimiliki oleh lima dasar negara yang dapat berbuat sesuatu melebihi
kodrat alamnyasebagai dasar negara. Peringatan hari kesaktian pancasilan pada dasarnya adalah untuk
memperkukuh pancasila sebagai dasar
dan pandangan hidup bangsa. Hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan media
refleksiuntuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan
pancasila yang telahdijadikan falsafah hidup untuk pedoman hidup berbangsa
dan bernegara. Bahkan, seharusnya, daritahun ke tahun, peringatan
hari kesaktian pancasila perlu ditekankan lagi, sehingga rakyat Indonesiamasih tetap mengamalkan dan menghayati
pancasila sebagai dasar negara. Penetapan pancasilasebagai dasar
falsafah bangsa dan negara bukanlah pekerjaan yang sederhana. Seperti yang
telahdiketahui dan dengan adanya G 30 S / PKI, pengesahan pancasila melalui
jalan panjang, penuhperdebatan dan berbobot, rasa tanggung jawab
yang besar terhadap nasib bangsa dan era dikemudian hari. Tetapi juga
penuh dengan rasa persaudaraan yang akrab, bayangkan saja ,
jika negaraini tanpa pancasila, maka Indonesia tidak akan memiliki dasar
negara dan pandangan hidupberbangsa dan bernegara , tentu saja, negara ini akan
hancur digerogoti oleh bangsa ini sendiri.
Bukti-bukti
Kesaktian Pancasila
Kesaktian
pancasila dapat dibuktikan pada peristiwa G 30 S / PKI karena pada saat
itu pancasilaampuh dan berhasil menghalau serta menumpas komunis dan PKI
dari muka bumi Indonesiadan menyelamatkan
bangsa dari kehancuran pada percobaan kudeta yang dilakukan oleh
PKItahun 1965.
Tidak hanya
itu, kesaktian pancasila dapat dibuktikan , dalam butir pancasila ditegaskan
bahwapancasila sebagai dasar negara Indonesia menyebut adanya persatuan.
Oleh karena itu,pancasila amat menekankan persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia. Namun karena bangsaIndonesia juga memiliki kebinekaan, pancasila
menekan persatuan dan kesatuan tanpamelenyapkan kebinekaan begitu juga
sebaliknya, menekankan kebinekaan dan tidakmenghancurkan persatuan dan kesatuan
bangsa Indonesia. Disinilah letak
kesaktian pancasilatersebut, yaitu pancasila mampu membinekakan dalam persatuan
dan mempersatukan dalamkebinekaan Indonesia.
kesaktian
pancasila lainnya adalah isi pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.Secara
hukum, UUD 1945 yang memuat jiwa pancasila tidak dapat diubah oleh
siapapuntermasuk oleh MPR bahkan presiden. Karena mengubah UUD 1945 berarti
membubarkannegara Indonesia. Dengan demikian, pancasila akn tetap ada dan tidak
dapat diubah karenabersifat tetap, serta inti-inti pancasila akan tetap ada
sepanjang masa dalam kehidupan bangsaIndonesia, baik dalam adat kebiasaan,
kebudayaan maupun keagamaan. Hal tersebut disebabkandalam pancasila juga
terkandung hubungan kemanusiaan yang mutlak dan karena semua haltersebutlah
pancasila dikatakan sakti.Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya merupakan
sumber derivasi peraturan perundang-undangan. Melainkan juga Pancasila dapat
dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalamhubungan dengan legitimasi kekuasaan,
hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan danpenyelenggaraan negara.
Pancasila
mengandung berbagai makna dalam kehidupan berbangsa danbernegara.
Makna yang
pertama
Moralitas,
sila pertama,
“Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung
pengertian
bahwa negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang hanya berdasarkankekuasaan
negara dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan
kepalanegara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, melainkan
berdasarkan legitimasihukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karenanya asas
sila pertama Pancasila lebih berkaitandengan legitimasi moralitas.Para pejabat
eksekutif, anggota legislatif, maupun yudikatif, parapejabat negara, serta para
penegak hukum, haruslah menyadari bahwa selain legitimasi hukumdan legitimasi
demokratis yang kita junjung, juga harus diikutsertakan dengan legitimasi
moral.Misalnya, suatu kebijakan sesuai hukum, tapi belum tentu sesuai dengan
moral.Hal inilah yangmembedakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa dengan negara
teokrasi. Walaupundalam negara Indonesia tidak mendasarkan pada legitimasi
religius, namun secara moralitaskehidupan negara harus sesuai dengan
nilai-nilai Tuhan terutama hukum serta moral dalamkehidupan bernegara.
Makna kedua
Kemanusiaan,
“Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab” mengandung makna
bahwa negara
harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk
yangberadab, selain terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalam kehidupan
bernegara.Negarapada prinsipnya adalah merupakan persekutuan hidup manusia
sebagai makhluk Tuhan YangMaha Esa. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari umat
manusia di dunia hidup secara bersama-sama dalam suatu wilayah tertentu, dengan
suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demikesejahteraan bersama.Kemanusiaan
yang adil dan beradab mengandung nilai suatu kesadaransikap moral dan tingkah
laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalamhubungan
norma-norma baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun
terhadaplingkungannya.Oleh Karena itu, manusia pada hakikatnya merupakan asas
yang bersifatfundamental dan mutlak dalam kehidupan negara dan hukum. Dalam
kehidupan negarakemanusiaan harus mendapat jaminan hukum, maka hal inilah yang
diistilahkan denganjaminan atas hak-hak dasar (asas) manusia. Selain itu, asas
kemanusiaan juga harus merupakanprinsip dasar moralitas dalam pelaksanaan dan
penyelenggaraan negara.
Makna
ketiga,
Keadilan,
Sebagai
bangsa yang hidup bersama dalam suatu negara, sudahbarang tentu keadilan dalam
hidup bersama sebagaimana yang terkandung dalam sila II dan Vadalah merupakan
tujuan dalam kehidupan negara. Nilai kemanusiaan yang adil mengandungsuatu
makna bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan
beradabharus berkodrat adil. Dalam pengertian hal ini juga bahwa hakikatnya
manusia harus adil dalamhubungan dengan diri sendiri, adil terhadap manusia
lain, adil terhadap lingkungannya, adilterhadap bangsa dan negara, serta adil
terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, dalam pelaksanaandan penyelenggaraan negara,
segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagiansenantiasa harus
berdasarkan atas keadilan. Pelanggaran atas prinsip-prinsip keadilan
dalamkehidupan kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan
berbangsa danbernegara.
Makna
keempat,
Persatuan.
Dalam sila
“Persatuan Indonesia” sebagaimana yang terkandung
dalam sila
III, Pancasila mengandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat
kodratmanusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial.
Negara merupakansuatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang
membentuk negara berupasuku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya
negara adalah beraneka ragamtetapi tetap satu sebagaimana yang tertuang dalam
slogan negara yakni Bhinneka Tunggal
Ika.
Makna
kelima,
Demokrasi.
Negara adalah dari rakyat dan
untuk rakyat, oleh karena itu rakyatadalah merupakan asal mula kekuasaan
negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandungmakna demokrasi yang secara
mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Makanilai-nilai demokrasi
yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinannya, adanya
kebebasan berkelompok, adanya kebebasanberpendapat dan menyuarakan opininya,
serta kebebasan yang secara moral dan etika harussesuai dengan prinsip
kehidupan berbangsa dan bernegara.Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut
dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandungdi dalamnya, baik oleh
rakyat biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalahkemakmuran dan
kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk
diwujudkansecara nyata.Terlebih lagi hingga kini kita selaku bangsa tentulah
malu terhadap para pendiri negarayang telah bersusah payah meletakkan pondasi
negara berupa Pancasila, sedangkan kita kini seakanlupa dengan tidak
melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang sangat sakti tersebut.
Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat
diimplementasikan sebagaimana yang terkandung di dalamnya, baik oleh rakyat
biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalah kemakmuran dan
kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan
secara nyata.
Terlebih lagi hingga kini kita
selaku bangsa tentulah malu terhadap para pendiri negara yang telah bersusah
payah meletakkan pondasi negara berupa Pancasila, sedangkan kita kini seakan
lupa dengan tidak melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang sangat sakti
tersebut.
Perilaku KKN, kerusuhan antar sesama warga negara,
ketidakadilan dan ketimpangan sosial, berebut jabatan, perilaku asusila, serta
berbagai perilaku abmoral lainnya adalah segelintir perilaku yang hanya dapat
merusak nilai Pancasila itu sendiri. Kini, Marilah kita kembali junjung tinggi
nilai-nilai Pancasila agar kita tetap dipandang sebagai bangsa dan negara yang
beradab, beragama, beretika, dan bermoral.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar