Rabu, 19 Oktober 2016

Sejarah Singkat dan Makna Hari Kesaktian Pancasila

KATA PENGANTAR

Puji serta syukur kami panjatkan ke khadirat Allah SWT berkat dan rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah dengan tema Kesaktian Pancasila yang berjudul “ Sejarah singkat dan Makna Hari Kesaktian Pancasila ”. Artikel ini disusun guna memenuhi tugas dari pengajar mata kuliah softskill Pengantar Teknologi Internet & New Media.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Dalam Penyusunan makalah ini saya merasa masih jauh dari kata sempurna baik pada teknis penulisan maupun materi yang di sampaikan, mengingat akan keterbatasan kemampuan yang saya miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat saya harapkan demi penyempurnaan penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


                              Pamulang, 17 Oktober 2016


                                                                                MUHAMMAD RAFIIQ BURHAANUDDIN



 Hasil gambar untuk hari kesaktian pancasila
 museum lubang buaya


Setiap tanggal 1 oktober kita memperingati hari kesaktian pancasila. Tentu hal pertama yang terlintas ketika kita menyebut “hari kesaktian pancasila “ adalah Gerakan 30 September. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila memang tidak bisa lepas kaitannya dengan peristiwa ‘G 30 S/PKI’.
 Dimana saat itu terjadi Insiden, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yangdigambarkan pemerintah yaitu PKI sebagai upaya kudeta dengan motif mengubah ideologi pancasilamenjadi ideologi komunis. Pemerintah Orde Barukemudian menetapkan 30 September sebagai HariPeringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktoberditetapkan sebagai Hari KesaktianPancasila.Sakti karena karena pada saat itu pancasila ampuh dan berhasil menghalau sertamenumpas komunis dan PKI dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa dari kehancuranpada percobaan kudeta yang dilakukan oleh PKI tahun 1965.Namun dalam upaya bertahan untuk tetap menjadi bangsa yang utuh, kita kadang-kadang lupaakan Pancasila. Memang, dalam sejarahnya, Pancasila disusun dengan tergesa-gesa. Namun dalamperjalanan hidup berb angsa, cita-cita positif itu telah dimatangkan oleh masalah demi masalah yangdihadapi bangsa ini. Sudah saatnya bangsa ini memperluas pemikiran tentang arti kesaktian Pancasilayang tidak sekedar sakti terhadap rongrongan ideologi lain, tetapi juga sakti dalam mengatasi setiapmasalah serta juga sakti dalam memakmurkan bangsa.Sudah saatnya bangsa ini membuktikan bahwaPancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup harus benar-benar mampu menjadi solusi bagipermasalahan-permasalahan yang ada. Pancasila harus kembali menjadi sumber segala pengetahuanbagi upaya mempertahankan bangsa indonesia sebagai bangsa yang bermartabat

PANCASILA
Pancasila merupakan dasar negara yang telah ditetapkan sejak Indonesia merdeka. Olehkarena itu, pancasila dijadikan sebagi falsafah atau pandangan hidup bagi seluruh bangsa Indonesia.Dengan adanya pancasila, Indonesia dapat menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara denganberpedoman pada landasan idil Indonesia yaitu Pancasila. Jika kita memperhatikan lambang pancasiladan butir –butir yang terkandung dalam pancasila, dapat disimpulkan bahwa setiap bangsamempunyai kepribadian, dan butir – butir pancasila itulah yang merupakan pencerminankepribadian bangsa Indonesia, sehingga Indonesia dapat dibedakan dengan bangsa lain karena cirikhas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Walaupun sejak dulu bangsa Indonesia telah berinteraksidengan berbagai peradaban dan kebudayaan bangsa lain, tetapi kepribadian Indonesia tetap hidupdan berkembang.

Latar Belakang Adanya Hari Kesaktian Pancasila Secara Singkat
Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September(G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapapenggiatnya dan apa motif dibelakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok religi terbesarsaat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasilamenjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965 1966.Pada hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yangdigambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhir nya berhasil diredam oleh otoritas militer indonesia. Pemerintah orde baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober di tetapkan sebagai hari kesaktian pancasila.

PERISTIWA TANGGAL 30 SEPTEMBER 1965
Lewat tengah malam tanggal 30 september 1965 terjadi kesibukan di pinggiran kota, di desaLubang Buaya, kompleks Pangkalan Udara Utama Halim Perdanakusuma, Berkumpul aktivis utamaGerakan 30 September ; Letkol Untung, Brigjen Supardjo, Kolonel Latief (AD). Letkol Heru Atmodj,Mayor Sujono dan Mayor Gatot Sukrisno (AU). Aidit dan Sjam (PKI). Satu batalyon Cakrabirawa,batalyon Raider 454 Diponegoro, batalyon Raider 530 Brawijaya, dua peleton brigade Latief, pasukandarat AU, unsure-unsur Pemuda Rakyat dan Gerwani. komandan Batalyon pasukan pengawal istanaCakrabirawa, Letnan Kolonel Untung menggerakkan pasukannya untuk menculik beberapa perwiratinggi AD yakni Men. Pangad Letjen Ahmad Yani, Mayjen Haryono M.T., Mayjen S.Parman, Mayjen

PERISTIWA TANGGAL 1 OKTOBER 1965

Dini hari : tujuh regu yang terutama terdiri dari prajurit Cakrabirawa dan sejumlah kecilsukarelawan Pemuda Rakyat mendatangi rumah 7 perwira AD, dengan perintah menangkap danmembawanya ke Halim. (Yani, Harjono dan Panjaitan dibunuh dirumahnya karena melawan,Suprato, Parman dan Sutoyo dibawa ke Halim dalam keadaan hidup, Nasution mampu meloloskandiri). Dalam waktu yang bersamaan batalyon raider menduduki Lapangan Merdeka, menguasaiistana Presiden, gedung RRI dan pusat Telkom dan Bangunan Tugu Nasional.

05.30 : Suharto dibangunkan tetangganya Mashuri, memberi tahu “kejadian yang luar biasaterjadi di rumah Nasution dan Panjaitan”.

06.30 : Suharto di markas Kostrad, Umar menelpon menyampaikan beberapa informasi danmendesak Suharto sementara memegang komando atas AD.

07.15 : Pihak pemberontak mengumumkan melalui RRI bahwa Gerakan 30 September adalahsuatu kelompok militer yang telah bertindak untuk melindungi Sukarno dari kudeta yangdirencanakan oleh suatu dewan yang terdiri atas jendral-jendral yang korup dan menjadi kakitangan CIA.

09.00: Dari rumah istri ketiganya Ratna Sari Dewi, Sukarno menuju istana kepresidenan,tetapi membelokkan arah perjalanannya ke Halim setelah mendapat laporan ada pasukan takdikenal di Lapangan Merdeka. Tiba di Halim ia disambut Omar Dhani dan tokoh pemberontaklainnya. Di Halim presiden kemudian memanggil panglima 4 angkatan guna mengadakankonsultasi.

11.00 : Gerakan 30 September kembali menyiarkan pengumuman di RRI bahwa, telah dibentuk sebuah Dewan Revolusi yang akan “ merupakan sumber segala kekuasaan dalamRepublik Indonesia”.

14.00 : Para prajurit dua batalyon raider yang menduduki Lapangan Merdeka kepanasan,lelah, lapar dan haus. Para pemimpin kudeta tidak mengirim perbekalan. Suharto membujuksupaya pasukan Brawijaya datang ke markas Kostrad.

16.00: Sukarno memanggil Umar dan Pranoto untuk datang ke Halim, tetapi Suhartomelarang 2 jendral ini pergi. Sukarno kemudian menyusun sebuah pernyataan bahwa dia sendirimengambil alih pimpinan AD. Batalyon raiders Brawijaya bergabung ke Kostrad. Batalyon raiderDiponegoro mundur ke Halim. Suharto kembali menguasai pusat Jakarta tanpa tembakan peluru.Ketika Martadinata tiba di RRI untuk menyiarkan pernyataan Sukarno, RRI sudah diambil alih danSuharto melarang penyiarannya.

19.30 : Setelah seharian sembunyi Nasution akhirnya bergabung di Kostrad. Sukarnomengirim Bambang Widjonarko untuk menjemput Pranoto ke Halim. Suharto melarang Pranotodan berpesan kepada Bambang supaya mengusahakan agar presiden meninggalkan Halim karenapasukan Kostrad akan merebut pangkalan udara itu dengan kekerasan.

20.15 : Dinas penerangan AD menyiarkan pengumuman di RRI bahwa ;
suatu “gerakan kontrarevolusi” telah menculik Yani dan 5 jendral lainnya. Pimpinan AD sementara waktu dipegang oleh
Suharto dan presiden serta jendral Nasution dalam keadaan aman.

22.00 : Sukarno meninggalkan Halim menuju istana Bogor. Aidit meninggalkan Halim menuju Jawa Tengah. Omar Dhani terbang ke Madiun. Untung meninggalkan pasukannya dan sembunyi diJakarta.

Tengah Malam : Pemberontakan yang aneh itu berakhir dan sebuah drama besar mulaimengawali kisahnya.
Hasil gambar untuk g30spki

KORBAN
Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah:
Letjen TNI Ahmad Yani(Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
Mayjen TNI Raden Suprapto(Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono(Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan danPembinaan)
Mayjen TNI Siswondo Parman(Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan(Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik)
Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo(Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan DaratJenderal TNI Abdul Harris Nasutionyang menjadi sasaran utama, selamat dari upaya pembunuhantersebut.
Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasutiondan ajudan beliau, Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.
Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban:
Bripka Karel Satsuit Tubun(Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena) 
Kolonel Katamso Darmokusumo(Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)
Letkol Sugiyono Mangunwiyoto(Kepala Staf  Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta)

Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di pondok gede, jakarta yang di kenal sebagai lubang buaya, mayat mereka di temukan 3 Oktober kemudian.

PASCA  KEJADIAN
Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapipembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke PangkalanAngkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. Pada tanggal 6 Oktober Sukarnomengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional", yaitu persatuan antara angkatanbersenjata dan para korbannya, dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKIsegera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpinrevolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Pernyataan ini dicetak ulang di koranCPA bernama "Tribune". Pada tanggal 12 Oktober 1965, pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev, Mikoyan danKosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekan-rekan kita bergembira untukmendengar bahwa kesehatan anda telah membaik. Kita mendengar dengan penuh minat tentangpidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindarikekacauan.Im bauan ini akan dimengerti secara mendalam." Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di
Havana di bulan Februari 1966, perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan merekauntuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduhsebagai PKI, yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. Pendirian mereka mendapatkan pujiandari rejim Suharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari, menyatakan"penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal, Mongolia, Uni-Sovyet dannegara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika, Asia dan Amerika Latin, yangberhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30September, dan para pemimpin dan pelindung mereka, untuk bercampur-tangan di dalam urusandalam negeri Indonesia."Dalam bulan-bulan setelah peristiwa itu, semua anggota dan pendukung PKI,atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI, semua partai kelas buruh yangdiketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan kekampung-kampung tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi diJawa Tengah (bulan Oktober), Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Dan didugasetidak-tidaknya satu juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudetaitu. Dihasut dan dibantu oleh tentara, kelompok-kelompok pemuda dari organisasi-organisasi muslimsayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ada laporan-laporan bahwa SungaiBrantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu"terbendung mayat".Pada akhir 1965, antara 500.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukungPKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kampun kampung konsentrasi, tanpa adanya perlawanan sama sekali. Sewaktu regu-regu militer yang didukung danaCIA menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian kejiterhadap mereka dimana pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikiansehingga pembuangan mayat ke sungai-sungai kecil menyebabkan persoalan sanitasi yang serius diSumatera Utara. Sedangkan di pulau Bali, yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI, paling sedikit35.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. Di sana para Tamin, pasukan komando elite PartaiNasional Indonesia, adalah pelaku pembunuhan-pembunuhan ini. Koresponden khusus dariFrankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalamgalian-galian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak beranimeninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.Di daerah-daerah lain, paraterdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Dikota-kota besar pemburuan-pemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Pekerja-pekerja danpegawai-pegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadiankontra-revolusioner ini dipecat. (ditulah yang disebut dengan peristiwa Pembantaian di Indonesia1965 -1966) Lima bulan setelah itu, pada tanggal 11 Maret 1966, Sukarno memberi Suharto kekuasaan takterbatas melalui Surat Perintah Sebelas Maret. Ia memerintah Suharto untuk mengambil "langkah-langkah yang sesuai" untuk mengembalikan ketenangan dan untuk melindungi keamanan pribadi danwibawanya. Kekuatan tak terbatas ini pertama kali digunakan oleh Suharto untuk melarang PKI.Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya, Sukarno dipertahankan sebagai presiden tituler diktaturmiliter itu sampai Maret 1967.Kepemimpinan PKI terus mengimbau massa agar menurutikewenangan rejim Sukarno-Suharto. Aidit, yang telah melarikan diri, ditangkap dan dibunuh oleh TNIpada tanggal 24 November, tetapi pekerjaannya diteruskan oleh Sekretaris Kedua PKI Nyoto.

Sesudah kejadian tersebut, 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan30 September. Hari berikutnya, 1 Oktober, ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.Pada masa pemerintahan Soeharto, biasanya sebuah film mengenai kejadian tersebut juga ditayangkan di seluruh stasiun televisi di Indonesia setiap tahun pada tanggal 30September. Selain itu pada masa Soeharto biasanya dilakukan upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya dan dilanjutkan dengan tabur bunga dimakam para pahlawan revolusi di TMP Kalibata. Namun sejak era Reformasi bergulir, film itu sudah tidak ditayangkan lagi dan hanya tradisi tabur bunga yang dilanjutkan.

Makna Kesaktian Pancasila
Seperti yang telah diketahui, pancasila berarti lima dasar negara. Selanjutnya, kesaktian, asal kataadalah sakti yang menurut bahasa berarti mampu (kuasa) berbuat sesuatu yang melampaui kodratalam dan kesaktian itu berarti kepandaian (kemampuan) berbuat sesuatu yang bersifat gaib (melampaui kodrat alam ). Jadi,
kesaktian pancasila adalah kepandaian ( kemampuan) yang dimiliki oleh lima dasar negara yang dapat berbuat sesuatu melebihi kodrat alamnyasebagai dasar negara. Peringatan hari kesaktian pancasilan pada dasarnya adalah untuk memperkukuh pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup bangsa. Hari Kesaktian Pancasila perlu dijadikan media refleksiuntuk merenungkan bagaimana bangsa Indonesia saat ini menggunakan pancasila yang telahdijadikan falsafah hidup untuk pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Bahkan, seharusnya, daritahun ke tahun, peringatan hari kesaktian pancasila perlu ditekankan lagi, sehingga rakyat Indonesiamasih tetap mengamalkan dan menghayati pancasila sebagai dasar negara. Penetapan pancasilasebagai dasar falsafah bangsa dan negara bukanlah pekerjaan yang sederhana. Seperti yang telahdiketahui dan dengan adanya G 30 S / PKI, pengesahan pancasila melalui jalan panjang, penuhperdebatan dan berbobot, rasa tanggung jawab yang besar terhadap nasib bangsa dan era dikemudian hari. Tetapi juga penuh dengan rasa persaudaraan yang akrab, bayangkan saja , jika negaraini tanpa pancasila, maka Indonesia tidak akan memiliki dasar negara dan pandangan hidupberbangsa dan bernegara , tentu saja, negara ini akan hancur digerogoti oleh bangsa ini sendiri.

Bukti-bukti Kesaktian Pancasila
Kesaktian pancasila dapat dibuktikan pada peristiwa G 30 S / PKI karena pada saat itu pancasilaampuh dan berhasil menghalau serta menumpas komunis dan PKI dari muka bumi Indonesiadan menyelamatkan bangsa dari kehancuran pada percobaan kudeta yang dilakukan oleh PKItahun 1965.
Tidak hanya itu, kesaktian pancasila dapat dibuktikan , dalam butir pancasila ditegaskan bahwapancasila sebagai dasar negara Indonesia menyebut adanya persatuan. Oleh karena itu,pancasila amat menekankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Namun karena bangsaIndonesia juga memiliki kebinekaan, pancasila menekan persatuan dan kesatuan tanpamelenyapkan kebinekaan begitu juga sebaliknya, menekankan kebinekaan dan tidakmenghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Disinilah letak kesaktian pancasilatersebut, yaitu pancasila mampu membinekakan dalam persatuan dan mempersatukan dalamkebinekaan Indonesia.

kesaktian pancasila lainnya adalah isi pancasila yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945.Secara hukum, UUD 1945 yang memuat jiwa pancasila tidak dapat diubah oleh siapapuntermasuk oleh MPR bahkan presiden. Karena mengubah UUD 1945 berarti membubarkannegara Indonesia. Dengan demikian, pancasila akn tetap ada dan tidak dapat diubah karenabersifat tetap, serta inti-inti pancasila akan tetap ada sepanjang masa dalam kehidupan bangsaIndonesia, baik dalam adat kebiasaan, kebudayaan maupun keagamaan. Hal tersebut disebabkandalam pancasila juga terkandung hubungan kemanusiaan yang mutlak dan karena semua haltersebutlah pancasila dikatakan sakti.Sebagai dasar negara, Pancasila tidak hanya merupakan sumber derivasi peraturan perundang-undangan. Melainkan juga Pancasila dapat dikatakan sebagai sumber moralitas terutama dalamhubungan dengan legitimasi kekuasaan, hukum, serta berbagai kebijakan dalam pelaksanaan danpenyelenggaraan negara.
Pancasila mengandung berbagai makna dalam kehidupan berbangsa danbernegara.

Makna yang pertama
Moralitas,
sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung
pengertian bahwa negara Indonesia bukanlah negara teokrasi yang hanya berdasarkankekuasaan negara dan penyelenggaraan negara pada legitimasi religius. Kekuasaan kepalanegara tidak bersifat mutlak berdasarkan legitimasi religius, melainkan berdasarkan legitimasihukum serta legitimasi demokrasi. Oleh karenanya asas sila pertama Pancasila lebih berkaitandengan legitimasi moralitas.Para pejabat eksekutif, anggota legislatif, maupun yudikatif, parapejabat negara, serta para penegak hukum, haruslah menyadari bahwa selain legitimasi hukumdan legitimasi demokratis yang kita junjung, juga harus diikutsertakan dengan legitimasi moral.Misalnya, suatu kebijakan sesuai hukum, tapi belum tentu sesuai dengan moral.Hal inilah yangmembedakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa dengan negara teokrasi. Walaupundalam negara Indonesia tidak mendasarkan pada legitimasi religius, namun secara moralitaskehidupan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Tuhan terutama hukum serta moral dalamkehidupan bernegara.

Makna kedua
Kemanusiaan,
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” mengandung makna
bahwa negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yangberadab, selain terkait juga dengan nilai-nilai moralitas dalam kehidupan bernegara.Negarapada prinsipnya adalah merupakan persekutuan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan YangMaha Esa. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari umat manusia di dunia hidup secara bersama-sama dalam suatu wilayah tertentu, dengan suatu cita-cita serta prinsip-prinsip hidup demikesejahteraan bersama.Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung nilai suatu kesadaransikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalamhubungan norma-norma baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun terhadaplingkungannya.Oleh Karena itu, manusia pada hakikatnya merupakan asas yang bersifatfundamental dan mutlak dalam kehidupan negara dan hukum. Dalam kehidupan negarakemanusiaan harus mendapat jaminan hukum, maka hal inilah yang diistilahkan denganjaminan atas hak-hak dasar (asas) manusia. Selain itu, asas kemanusiaan juga harus merupakanprinsip dasar moralitas dalam pelaksanaan dan penyelenggaraan negara.

Makna ketiga,
Keadilan,
Sebagai bangsa yang hidup bersama dalam suatu negara, sudahbarang tentu keadilan dalam hidup bersama sebagaimana yang terkandung dalam sila II dan Vadalah merupakan tujuan dalam kehidupan negara. Nilai kemanusiaan yang adil mengandungsuatu makna bahwa pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang berbudaya dan beradabharus berkodrat adil. Dalam pengertian hal ini juga bahwa hakikatnya manusia harus adil dalamhubungan dengan diri sendiri, adil terhadap manusia lain, adil terhadap lingkungannya, adilterhadap bangsa dan negara, serta adil terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, dalam pelaksanaandan penyelenggaraan negara, segala kebijakan, kekuasaan, kewenangan, serta pembagiansenantiasa harus berdasarkan atas keadilan. Pelanggaran atas prinsip-prinsip keadilan dalamkehidupan kenegaraan akan menimbulkan ketidakseimbangan dalam kehidupan berbangsa danbernegara.

Makna keempat,
Persatuan.
Dalam sila “Persatuan Indonesia” sebagaimana yang terkandung
dalam sila III, Pancasila mengandung nilai bahwa negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodratmanusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara merupakansuatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk negara berupasuku, ras, kelompok, golongan, dan agama. Konsekuensinya negara adalah beraneka ragamtetapi tetap satu sebagaimana yang tertuang dalam slogan negara yakni Bhinneka Tunggal Ika.

Makna kelima,
Demokrasi.
Negara adalah dari rakyat dan untuk rakyat, oleh karena itu rakyatadalah merupakan asal mula kekuasaan negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandungmakna demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam kehidupan bernegara. Makanilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam Pancasila adalah adanya kebebasan dalam memeluk agama dan keyakinannya, adanya kebebasan berkelompok, adanya kebebasanberpendapat dan menyuarakan opininya, serta kebebasan yang secara moral dan etika harussesuai dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandungdi dalamnya, baik oleh rakyat biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalahkemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkansecara nyata.Terlebih lagi hingga kini kita selaku bangsa tentulah malu terhadap para pendiri negarayang telah bersusah payah meletakkan pondasi negara berupa Pancasila, sedangkan kita kini seakanlupa dengan tidak melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang sangat sakti tersebut.

Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandung di dalamnya, baik oleh rakyat biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan secara nyata.
Terlebih lagi hingga kini kita selaku bangsa tentulah malu terhadap para pendiri negara yang telah bersusah payah meletakkan pondasi negara berupa Pancasila, sedangkan kita kini seakan lupa dengan tidak melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang sangat sakti tersebut.

Perilaku KKN, kerusuhan antar sesama warga negara, ketidakadilan dan ketimpangan sosial, berebut jabatan, perilaku asusila, serta berbagai perilaku abmoral lainnya adalah segelintir perilaku yang hanya dapat merusak nilai Pancasila itu sendiri. Kini, Marilah kita kembali junjung tinggi nilai-nilai Pancasila agar kita tetap dipandang sebagai bangsa dan negara yang beradab, beragama, beretika, dan bermoral.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar